Masjid Jamik Hopong Sudah “Marhillong”


Catatan Mudik : Mayjen Simanungkalit

INILAH masjid yang punya benang merah tentang sejarah masuknya Islam ke Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut). Masjid tua berusia ratusan tahun, dibangun sekitar tahun 1816 oleh Laskar Paderi dari Sumatera Barat, baru dapat direhap setelah 65 tahun usia kemerdekaan RI.

Masjid tersebut adalah Masjid Jamik, Dusun Hopong, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Taput, Sumut. Berkukuran 8 x 10 meter , persis di arah utara dusun yang dikenal sebagai dusun terpencil, tertinggal dan termiskin di provinsi Sumut itu.

Tiga Gelombang Penyebaran Islam di Tapanuli

Gelombang pertama masuknya Islam ke Sumut berlangsung sebelum dinasti Sisingamangaraja dimulai pada sekitar pertengahan tahun 1500-an.

Dugaan paling kuat tentang awal masuknya Islam ke Sumut, adalah melalui transit pelayaran antara India atau Persia di sebelah barat dengan Tiongkok di bagian timur. Seperti dinyatakan Ridwan, pelaut-pelaut itu singgah di Barus dalam urusan pribadi, untuk berdagang, bukan penyebaran agama.


Saat Ini Umat Islam Hadapi Tantangan Berat


WASPADA ONLINE (MEDAN) - Saat ini umat Islam menghadapi tantangan berat akibat teknologi informasi dengan pemberitaan tidak berimbang. Demikian kesimpulan seminar Prospek Dakwah Sumut di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan, Minggu (15/6).


Dalam siaran pers yang diterima dari panitia seminar, Senin (16/6), diharapkan umat Islam agar dapat meningkatkan pendidikan formal dengan memanfaatkan teknologi seperti membuka web site. Misalnya “Tobo Net Com” atau Batak Islam Net.Com.


Hasil seminar yang diselenggarakan DPP Persatuan Batak Islam (PBI) Sumut disimpulkan, bahwa kondisi umat Islam berada pada posisi kurang baik di semua bidang yakni seperti ekonomi, pendidikan dan politik.


Selain itu, pada umumnya tauhid umat Isam belum sempurna, bahkan keluar dari tauhid yang sebenarnya yang menyebabkan kemunduran. Untuk itu, dalam seminar tersebut akan mempersiapkan kader dakwah yang baik dan tauhid bersih.


Ketua panitia seminar Prof. Dr. H. Aslim D Sihotang menguraikan, tantangan terhadap umat Islam telah berlangsung sejak zaman Nabi Besar Muhammad SAW. Islam adalah agama Allah, maka Allah yang memeliharanya. Sementara kita umat Islam juga harus berusaha ke arah lebih baik dalam menjalankan agamanya.


Adapun pembicara pada seminar itu, Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA, Prof. Dr. Syukur Khalil Dalimunthe, MA, Prof. Dr. Hasballah Thaib, MA dan DR. Hasan Asari, MA. (rel/h10)[wns]
RAKERNAS PBI AKAN RUMUSKAN
PETA DAKWAH DI TANAH BATAK

Medan (Lapan Anam)
RAPAT Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Batak Islam (PBI) yang akan berlangsung di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan, 15 s/d 16 Juni 2008, akan merumuskan peta dakwah Islam di Tanah Batak.
Rakernas akan diawali Seminar “Prospek Dakwah di Sumatera Utara” dibuka Gubsu terpilih H Syamsul Arifin SE.Terkait Rakernas dan seminar tersebut, panitia telah melakukan rapat teknis dipimpin langsung Ketua Umum DPP PBI Prof DR Abdul Muin Sibuea Mpd di Medan, Kamis (12/6).

Menelusuri Jejak Islam di Barus


Desa Lobu Tua berjarak 4 km ke arah barat dari ibu kota Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Keberadaannya tak ada yang istimewa, karena layaknya desa warganya hidup bersahaja dari hasil laut, sawah dan kebun yang ada.

Tapi sebagian warga punya kebanggaan luar biasa atas tanah mereka. Generasi tua dan sebagian generasi mudanya, paham betul tanah Lobu Tua punya sejarah masa lalu yang gemilang. Lobu Tua pernah menjadi emporium (pelabuhan niaga samudera) yang didatangi berbagai bangsa untuk membeli hasil bumi mereka.

BANTUAN PBI : Wakil Sekretaris DPP PBI Mayjen Simanungkalit saat menyerahkan bantuan PBI kepada Kepala Desa Simangumban Jae, Umar Ritonga. Bantuan PBI terdiri dari beras,mie instan dan ikan asin.

PENGURUS PBI : Inilah para pengurus DPP PBI (Persatuan Batak Islam) diabadikan saat menghadiri rapat pengurus di salah satu Rumah makan di Medan.(Koleksi Mayjen Simanungkalit)